bagaimana data disimpan dalam komputer

Komputer adalah sebuah barang teknologi yang sebenarnya merupakan perangkat elektronika. Jadi, dari cara kerja hardware, data yang dikenal oleh komputer sebenarnya hanya ada 2 macam, yaitu 1 dan 0 atau dalam istilah teknis dapat dikatakan “ada aliran listrik” dan “tidak ada aliran listrik”.

Kalau menurut sifat aslinya, tentu komputer hanya dapat memproses angka 1 dan 0 (selanjutnya disebut bit). Tetapi pada kenyataannya, sebuah komputer modern dapat menampilkan berbagai huruf, angka, simbol, bahkan karakter dari berbagai bahasa, seperti karakter huruf Jepang, huruf Korea, huruf China, dan lain-lain. Hal ini dapat terjadi karena komputer menggunakan kumpulan bit untuk mempresentasikan karakter tertentu.

Misalkan kita ingin menyimpan sebuah huruf A. Komputer akan mengenali huruf A ini sebagai karakter dengan urutan ke-65, maka huruf A disimpan di dalam harddisk sebagai 100 0001, yang merupakan kode biner dari angka 65. Contoh yang lain, karakter & misalnya. Karakter ini dikenal sebagai karakter dengan urutan ke-38 dan akan disimpan sebagai 010 0110.

Dari mana urutan tersebut berasal? Siapa menetapkan A sebagai karakter 65? Mengapa tidak di urutan ke-1? Agar semua komputer di seluruh dunia bisa berkomunikasi, telah ada sejumlah standar urutan karakter yang sifatnya baku, tidak bisa diubah-ubah lagi. Standar ini dikenal juga dengan sebutan character encoding. Saat ini terdapat beberapa standar yang terkenal, mulai dari ASCII, ISO/IEC, ISO-8859-1, EBCDIC, hingga UTF-8. Masing-masing memiliki ciri-ciri yang berbeda.

Berikut ini adalah sejumlah character encoding yang penting untuk diketahui :

1. ASCII (American Standard Code for Information Interchange)
adalah standar yang paling populer dan banyak digunakan pada komputer modern dan menjadi acuan bagi banyak standar lainnya. ASCII berasal dari kode telegraf yang dikembangkan menjadi sebuah standar pada tahun 1960-an. Charater encoding ASCII terdiri atas 95 karakter yang bisa dicetak dan 33 karakter perintah. Jadi, total terdapat 128 karakter yang diwakili 7 bit bilangan biner (dalam matematika, bilangan biner sepanjang 7 bit dapat digunakan untuk menyimpan angka 0 sampai 127).

2. ISO 8859-1
adalah standar karakter sepanjang 8 bit, dapat menimpan 256 karakter. Standar ini disebut juga dengan character encoding Latin-1. Bagian awal dari ISO 8859-1 memiliki set yang hampir sama dengan ASCII.

3. UTF-8 (Unicode Transformation Format)
adalah standar character encoding yang memungkinkan huruf dari berbagai bahasa dimunculkan secara bersama-sama. Jumlah bit untuk menimpan 1 karakter pada standar ini berbeda-beda.

* Karakter ASCII disimpan sepanjang 1 byte (8 bit).
* Karakter-karakter Latin, Greek, Cyrillic, Armenian, Hebrew, Arabic. Syriac, dan Thaana disimpan sepanjang 2 byte (16 bit).
* Karakter-karakter bahasa lain disimpan sepanjang sepanjang 3 byte (24 bit). Yang menarik adalah karakter huruf Jawa/Bali (alfabet hanacarak) dan karakter Bugis dari Indonesia sudah terdaftar dalam UTF-8 bagian ini.
* Masih dimungkinkan menyimpan karakter sepanjang 4 byte untuk keperluan masa depan. Akan tetapi, saat ini karakter ini masih belum digunakan.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: